Share Button

Sidang ke-7 Governing Body of International Treaty on Plant Genetic Resources for Food and Agriculture (7 th Session of the GB-ITPGRFA) telah diselenggarakan pada tanggal 30 Oktober – 3 November 2017 di Kigali Convention Center, Kigali, Rwanda.

Pertemuan didahului oleh dua hari pertemuan konsultasi regional dan inter-regional dan acara khusus terkait genomic information.  Pertemuan GB ke-7 dibuka oleh Menteri Pertanian dan Sumber Daya Hewan Rwanda, DR. Geraldine Mukeshimana, sementara sidang selama lima hari dipimpin oleh DR. Muhammad Sabran dari Indonesia yang terpilih pada saat sidang GB ke-6 di Roma Italia pada tahun 2015.

Sidang berlangsung dibawah tema “The 2030 Agenda for Sustainable Development and the Role of Plant Genetic Resources for Food and Agriculture”, diharapkan pada sidang tersebut dapat dibahas terkait kebijakan umum dan implementasi dari Treaty melalui Multilateral System (MLS), Access and Benefit Sharing (ABS), serta kebijakan terkait administrasi dan anggaran.

Beberapa topik bahasan yang akan dibahas meliputi: the Funding Strategy, Farmers’ Rights, sustainable use, the Global Information System (GLIS), and the report of the Compliance Committee. It will address: the launch of the fourth Call for Proposals under the Benefit-sharing Fund (BSF), further development of the Multi-Year Programme of Work for the Treaty, a communication strategy, approval of Kent Nnadozie as the new Secretary, and the procedures for future appointments. Selain itu juga akan dibahas kerjasama Treaty dengan Convention on Biological Diversity (CBD) dan beberapa organisasi internasional terkait.

Prama Yufdy, Ketua Delegasi RI pada pertemuan tersebut menyampaikan general statement mewakili regional Asia. Beliau menyampaikan bahwa Negara-negara Asia mengakui pentingnya PGRFA dan Negara-negara Asia siap melakukan diskusi dan kerjasama selama hal itu saling menguntungkan guna mendukung kemajuan Treaty.

Komentar Facebook

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*