Share Button

Konferensi FAO ke-40 telah dilaksanakan pada tanggal 3 – 8 Juli 2017 di kantor pusat FAO, Roma, Italia.  Delegasi RI dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Bapak Hari Priyono.  Konferensi dihadiri sekitar 1.150 orang yang berasal dari 179 negara, diantaranya 1 Presiden, 1 Perdana Menteri, 1 Wakil PM, 82 Menteri, serta 16 Wakil Menteri.

Konferensi ke-40 FAO dibuka oleh Direktur Jenderal FAO, Dr. Jose Graziano da Silva, yang langsung masuk kepada mata agenda pertama, yaitu pemilihan Chairperson and Vice-Chairperson of the Conference. Pertemuan secara aklamasi telah menyetujui menunjuk Emanuel F. Piñol, Secretary of the Department of Agriculture of the Philippines sebagai Chairperson of the Conference berdasarkan rekomendasi pertemuan ke-156 Dewan FAO.

Konferensi FAO ke-40 telah berhasil menyepakati 14 resolusi yang terkait dengan manajemen organisasi maupun program kerja substantif FAO. Dalam hal ini, Indonesia mendukung keseluruhan resolusi dimaksud. Keempat belas resolusi tersebut adalah:

  1. Resolusi FAO Audited Accounts 2014-2015;
  2. Resolusi Medium Term Plan 2018-21 dan Programme of Work and Budget 2018-19;
  3. Resolusi Scale of Contribution 2018-19;
  4. Resolusi Amendment to Paragraph 2 of Conference Resolution 9/2009 concerning qualifications for the Independent Chairperson of the Council;
  5. Resolusi Filling and Recording of the FAO Constitution with the UN Secretariat;
  6. Resolusi International Year of Plant Health;
  7. Resolusi Observance of World Bee Day;
  8. Resolusi the International Day for the Fight against Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUU Fishing);
  9. Resolusi International Year of Artisanal Fisheries and Aquaculture;
  10. Resolusi Amendment to Rule XXV, paragraph 6(a) of the General Rules of the Organization;
  11. Resolusi International Year of Camelids;
  12. Resolusi Observance of World Pulses Day;
  13. Resolusi Commissary Accounts – Staff Welfare Fund; dan
  14. Resolusi Observance of a World Food Safety Day.

Selanjutnya dalam sidang pleno, Sekjen Pertanian mewakili Menteri Pertanian RI menyampaikan National Statement pemerintah RI di sesi General Debate pada tanggal 3 Juli 2017. Ketua Delegasi RI menyampaikan pengalaman Indonesia dalam menjawab tantangan kritis untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok sekitar 250 juta orang Indonesia, yang berjumlah sekitar 33 juta ton beras.

Untuk mengatasi tantangan besar ini, sebuah program holistik telah diluncurkan. Program ini mencakup perubahan kebijakan, pengembangan infrastruktur pertanian dan industri hilir, pengelolaan rantai pasokan, dan pemberdayaan petani dan masyarakat pedesaan.

Disampaikan pula bahwa perubahan kebijakan terutama difokuskan kepada restrukturisasi sistem pengadaan input pertanian, memprioritaskan bantuan ke lahan pertanian yang kurang optimal, menetapkan target produksi dan merampingkan proses investasi.

Ditekankan pula langkah Pemerintah RI dalam memprioritaskan sistem pengelolaan air dalam rangka memperbaiki stabilitas pertanian. Sampai saat ini hampir 3 juta hektar sistem irigasi tersier telah direvitalisasi. Pembangunan infrastruktur berjalan seiring dengan adopsi pertanian modern. Untuk lebih memberdayakan petani, sebuah program pendidikan dan pendampingan juga telah diluncurkan.

Ketua Delegasi RI juga menggarisbawahi perlunya upaya terpadu global untuk mengatasi tantangan perubahan iklim, pertanian, dan ketahanan pangan. Diharapkan kerja sama erat antara FAO dan negara-negara anggotanya, termasuk Indonesia, akan berdampak lebih besar bagi masyarakat melalui pembentukan pertanian yang tangguh, peningkatan diversifikasi pangan, dan peningkatan kesejahteraan petani.

Komentar Facebook

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*