Share Button

G7 Bergamo Agriculture Ministers’ Meeting (October 14 – 15, 2017)

Empowering Farmers, Developing Rural Areas and Enhancing Cooperation to Feed the Planet

Pada hari Sabtu, 14 Oktober dan Minggu, 15 Oktober, acara G7 diadakan. Pertemuan resmi telah dimulai antara perwakilan dunia untuk berbicara tentang ketahanan pangan, manajemen resiko di bidang pertanian, dorongan untuk menghasilkan sumber daya yang masih kurang dan pemborosan makanan harus dibatasi.

Apakah sebenarnya G7 itu? Acara ini adalah kerangka pertemuan informal pada tingkat tertinggi dan terstruktur. Acara ini diselenggarakan secara bergiliran di tempat berbeda, berdasarkan negara yang memegang kursi kepresidenan, yang untuk tahun ini adalah Italia. Pada G7, isu penting dibahas, termasuk Lingkungan, Energi, Pembangunan, Ketenagakerjaan, Keadilan dan Urusan Dalam Negeri, Penelitian Ilmiah, Pertanian.

G7 mencakup 7 negara utama: Perancis, Inggris, Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Jerman dan Italia; yang merupakan tujuh negara paling terindustrialisasi di dunia. Pada acara di Bergamo, ada 14 pertemuan bilateral yang dilaksanakan antara menteri dan perwakilan dari 7 negara dan organisasi internasional (Uni Eropa dan FAO).

Dari pertemuan tersebut, deklarasi tujuan dinyatakan: mengatasi kelaparan dari 500 juta orang hingga tahun 2030 melalui komitmen konkret dari 7 negara. Ada 5 prioritas yang diidentifikasi oleh G7 di Bergamo (seperti yang dijelaskan Menteri, Maurizio Martina, Presiden G7 Pertanian):

  1. Mempertahankan pendapatan produsen pertanian, terutama yang kecil, dari bencana iklim;
  2. Peningkatan kerjasama pertanian di benua Afrika, di mana 20% penduduk menderita kemiskinan pangan;
  3. Komitmen untuk meningkatkan transparansi dalam pembentukan harga dan dalam melindungi peran petani, terutama dalam menghadapi krisis pasar dan volatilitas harga;
  4. Menghadapi kebijakan baru tentang limbah pangan, yang saat ini melibatkan sepertiga produksi pangan dunia;
  5. Mengadopsi kebijakan konkret untuk melacak dan mengembangkan sistem produksi berbasis lahan.

Selain itu, dua tahun setelah pemberian Kartu Organik pada Expo Milano 2015, dan dari pengalaman negara-negara G7 dan organisasi internasional utama, “Biological Paper of Bergamo” dipresentasikan.

Ini adalah pernyataan umum yang menunjukkan pertanian organik sebagai alat transformasi sistem pertanian dunia untuk melawan perubahan iklim dan untuk memerangi kelaparan.

Piagam tersebut juga mengakui peran yang dimiliki oleh petani dalam melindungi dan menjaga lingkungan, keanekaragaman hayati dan lanskap pedesaan.

Sumber:

http://www.ilgiorno.it/bergamo/cronaca/g7-agricoltura-1.3465370

http://www.ecodibergamo.it/stories/bergamo-citta/cooperazione-e-stop-a-sprechi-alimentarig7carta-di-bergamo-firmata-allunanimit_1257957_11/

 

Komentar Facebook

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*